stress 1
biasanya kalo udah sore gini (seharian padahal ya
bo? yuuuuuuuuk… hihihhihi..)
bo? yuuuuuuuuk… hihihhihi..)
supaya ga borring karena kerjaan, sesama anak
kantor suka pada chatting.
kantor suka pada chatting.
ini percakapan gue dan teman gue yang memang lagi
stress berat
stress berat
gara-gara harus menerjemahkan review film unutk
dimuat di website.
dimuat di website.
"bo..cinta banget ga sih lu sama gue? yg lagi
didera siksaan bathin
didera siksaan bathin
gara2 disuruh menerjemahkan review film kantor
kita?"
kita?"
"emang kenapa? koran itu bilang apa
sih?"
sih?"
"nih gue copy reviewnya:
‘rincian
situasi kejiwaan para tokohnya yang sangat peka itu menuntut eksplorasi bunyi
sebagai sari dari musik yang memantul dari jeritan lirih yang di sana-sini,
bahkan terasa puitis. tapi, akibat sapuan musik yang mengacu pada nada…
tekstur yang diciptakan oleh gambar dan gerak instingtif pemainnya, bangunan
puitik itu justru terancam kehilangan daya getarnya.
situasi kejiwaan para tokohnya yang sangat peka itu menuntut eksplorasi bunyi
sebagai sari dari musik yang memantul dari jeritan lirih yang di sana-sini,
bahkan terasa puitis. tapi, akibat sapuan musik yang mengacu pada nada…
tekstur yang diciptakan oleh gambar dan gerak instingtif pemainnya, bangunan
puitik itu justru terancam kehilangan daya getarnya.
sublimasinya
tersusun lewat gambar yang lebih pelik untuk mengimbangi kerumitan dan kedalaman
hubungan antarkarakter yang datar, tapi berujung pada guncangan dahsyat di
tengah medan alam yang sangat kejam’
tersusun lewat gambar yang lebih pelik untuk mengimbangi kerumitan dan kedalaman
hubungan antarkarakter yang datar, tapi berujung pada guncangan dahsyat di
tengah medan alam yang sangat kejam’
"aduh bo… sintiiiiing! boro-boro ikke mau
nerjemahin.
nerjemahin.
bahasa indonesianya aja gue ga
ngarti!
ngarti!
gue dah ngundang hampir semua temen2 gue di YM
buat nerjemahin sampe gue iming-imingin traktiran
pada nyerah semua bo ga bisa nerjemahin ke bahasa
indonesia juga!
indonesia juga!
tentu aja ikke jadi kehabisan energi,
baca aja dah bikin gue mo muntah.
gue ga abis pikir, kenapa banyak orang pinter
yang sinting ya?
yang sinting ya?
aduuuuuuuuuhhh… kesel deh ikke"
huhuhuhu…kasian dirimu….
maafkan daku yang cuma bisa ketawa
ngakak-ngakak….
ngakak-ngakak….
huahahahahahaahahahahahaaaa…….
selamat bekerja kawan!
tetap semangaaaaaaaaaaaattt!!!
July 19th, 2007 at 11:05 pm
makin banyak orang sinting di dunia ini, termasuk kita berdua! hihihihi. tapi ga ada yang ngalahin ke-gendheng-an orang yang nulis repiu itu ya bo. duh tolong deh, pinter koq jadi gendheng! hihihihihi.
October 16th, 2007 at 5:12 am
kakakkkkkkk
nenggg, kok ceritamu yang ini ga gw liat kemaren2 yak?
kakakkkkkkkk…., emang boleh yah ngereview film pake tulisan yang akhirnya harus direview juga plus diterjemahkan pula!
aaarrrgggghhhh… seperti mendengarkan musik yang kalo kata musisi sejati aja “ini adalah musik yang hanya bisa diapresiasikan oleh para musisi sejati juga!” OMG!!!
besok coba yah institusi yang biasa ngadain ‘penghargaan tahunan’ nambahin satu kategori awardnya “repiu pilem terabstrak dan teryahud abad ini!”
October 16th, 2007 at 5:18 am
kakakkkkkkk
nenggg, kok ceritamu yang ini ga gw liat kemaren2 yak?
kakakkkkkkkk…., emang boleh yah ngereview film pake tulisan yang akhirnya harus direview juga plus diterjemahkan pula!
aaarrrgggghhhh… seperti mendengarkan musik yang kalo kata musisi sejati aja: “ini adalah musik yang hanya bisa diapresiasikan oleh para musisi sejati juga!” OMG!!!
besok coba yah institusi yang biasa ngadain ‘penghargaan tahunan’ nambahin satu kategori awardnya “repiu pilem terabstrak dan teryahud abad ini!”
Duh wake up dong senimaners dan intelektualers dan gendengers, di negara kita tercinta ini kan masyarakat dewasanya aja makan masih susah, lulus SMP juga sukur! bahasa inggris belepotan, apalagi disuruh menerjemahkan analogi analogi yang terlalu indah… (tapi ga membumi indonesia) heheheehe
*gubrak!!!!